Sabtu, 10 Juni 2017

Apa itu Bootable ?

Assalamu'alaikum Wr. Wb

kali ini saya berusaha menjelaskan apa itu bootable, dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki semoga tetap bermanfaat.



Sebenarnya saja agak susah buat jelasinya, intinya Bootable itu Media Penyimpanan yang di dalamnya system operasi yang digunakan untuk install ulang.

Rata-rata temen saya yang bisa mem-bootable saja belum bisa menjelaskan apa itu bootable.
Bahkan ada yang menjawabnya "bootable itu Flashdisk yang isinya System Operasi".

Jawaban tu jelas salah, karena ngga hanya flashdisk yang bisa dibootable, ada juga CD/DVD, Disket, bahkan Hardisk juga bisa dibootable.

Apa fungsi bootable ? Ya, jelas untuk Instalasi System Operasi dan membuat System Operasi menjadi segar lagi.

Kenapa dinamakan Bootable ? karena setiap sistem operasi pasti akan selalu melakukan first boot melalui media penyimpanan, seperti Flashdisk, Disket, Harddisk (HDD), CD/ DVD-ROM, dan masih banyak lagi.

Aplikasi yang bisa digunakan untuk bootable apa saja ? yang saya tau dan pernah saya gunakan adalah Rufus, WinSetupFrom USB, Windows USB/DVD Tools, dan masih banyak lagi.

Intinya Bootable itu sebuah Media Penyimpanan yang di dalamnya terdapat System Operasi yang dignakan untuk Instalasi System Operasi.

Semoga bermanfaat ..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb


Tutorial Bootable Flashdisk Menggunakan Aplikasi Rufus

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Ok, langsung saja bro, kali ini saya ingin membagikan tutorial bootable flashdisk menggunakan aplikasi rufus.
Untuk kalian yang belum tau apa itu bootable flashdisk? Bisa langsung klik Link Disini.

Sengaja saya pisah biar ngga kebanyakan tulisan.
Ok, langsung saja


1. Pastikan Isi Flashdisk Kosong.
      
   Karena proses bootable itu akan memformat seluruh isi flashdisk, maka langkah pertama pastikan Flashdisk nya keadaan kosong, kalo ada isinya ya di back up dulu ya bro.



2. Buka Aplikasi Rufus. 
        Selanjutnya buka aplikasi rufusnya.




3. Pastikan kita tau tipe hardisk yang akan diinstal ulang.
        Untuk mengetahui tipe hardisk pc/laptop kita, caranya Klik kanan start --> Klik Disk Management --> Klik kanan pada Disk 0 --> Pilih Properties --> Pilih tab Volumes.

Disini tipe hardisk saya MBR, maka Partition scheme and target system type nya juga harus MBR Partition. karena jika berbeda maka tidak bisa digunakan di pc/laptop. Ada beberapa pc/laptop yang menggunakan hardisk type GPT. Untuk mengetahui perbedaan Hardisk MBR dan GPT Klik link ini.



4. Pilih File System
     Selaanjutnya pemilihan file system untuk flashdisk. Terdapat pilihan FAT32, NTFS, UDF, dan exFAT, pilih yang default saja yaitu FAT32. Untuk mengetahui perbedaan FAT32, NTFS, UDF dan exFAT klik link ini.



5. Masukan File ISO
       Masukan file ISO yang akan digunakan, cara nya tinggal klik gambar Disk yang ditandai warna kuning dibawah ini.



6. Klik Start untuk memulai
    klik start untuk memulai, jika kita ingin memberi nama pada flashdisk yang akan di bootable, ganti saja di bagian New Volumes Label.


7. Klik OK
       Klik OK jika kalian yakin ingin mem-bootable flashdisk kalian, karena isinya nanti keformat semua. jika tidak yakin mending pilih cancel saja,



8. Proses sedang berlangsung
      Proses bootable sedang berlangsung, proses ini cukup lama, lebih lama dari nunggu balesan Gebetan hahaha.



9. Proses bootable selesai
      Aplikasi Rufus yang saya gunakan jika bootable sudah selesai, tidak ada peringatan apapun. Tetapi intinya jika sudah ada tulisan READY lagi, berarti sudah selesai. jangan malah di Start lagi.



Jika kalian masih bingung? tenang. Saya juga buatkan tutorial versi Video dibawah ini.




Kamis, 08 Juni 2017

4 Langkah Tangani Virus Ransomware Wanna Cry

     Wabah virus komputer jenis ransomware bernama Wanna Decryptor atau Wanna Cry membuat seluruh rumah sakit mengambil sikap cepat untuk menangkal penyebaran virus ini. Tujuannya agar virus tersebut tak sempat merusak data pasien dan mengganggu pelayanan. Hal ini menyusul serangan virus yang sudah dialami RS Dharmais, Jakarta.
Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) mengimbau, rumah sakit melakukan pemutakhiran keamanan SIRS sekaligus melakukan langkah pencegahan agar tidak terinfeksi virus Wannacry.
Ketua Umum PERSI, Kuntjoro Adi Purjanto menjelaskan, ada empat cara yang dapat dilakukan RS untuk menangani virus ini. "Didasarkan informasi dari Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII), ada beberapa langkah yang perlu diambil," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/5).
Tindakan 1
Ransomware bernama Wannacry ransomware mengincar PC berbasis windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi server message block (SMB). 
Tindakan 2
Jika komputer kena serangan, virus mengunci computer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali. Kemudian muncul pesan meminta tebusan sejumlah uang dalam bentuk Bitcoin.
Tindakan 3
Bagi RS yang menggunakan Windows untuk sistem komputer RS, agar melakukan pencegahan terinfeksi malware wannacry yaitu:
1. Update security pada windows anda dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan oleh microsoct. Lihat: https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx 
2. Jangan mengaktifkan fungsi macros 
3. Non aktifkan fungsi SMB v1 
4. Block 139/445 & 3389 Ports 
5. Selalu backup file file penting di komputer Anda disimpan di tempat lain.
Tindakan 4
Bagi RS yang terinfeksi malware wannacry agar memutuskan sambungan internet dari komputer yang terinfeksi akan menghentikan penyebaran wannacry ke komputer lain yang vulnerable. Secara teknis, keamanan sistem komputer dapat berkonsultasi secara online ke ID-SIRTII email: incident@idsirtii.or.id.